Saat ini, saya sedang mencoba mencari tahu salah satu program online earning yang juga banyak diikuti masyarakat dunia, yaitu online investment. Hehehe… gaya banget sih serasa George Soros. Setelah sedikit baca sana dan sini, setidaknya terbayang lah bagaimana sih main di online investment ini.
Kalau disuruh menjelaskan lagi, wah agak susah juga nih. Singkatnya sih begini, kita punya dana yang akan diinvestasikan, serahkan kepada manajer investasi yang kita tunjuk, biarkan mereka memutar dana tersebut. Harapannya, kita tentu bisa memperoleh keuntungan dari perputaran dana tersebut. Mungkin ini yang disebut, “jangan biarkan kita bekerja untuk uang tapi biarkan uang bekerja untuk kita”.
Namun, online investment yang juga dikenal dengan istilah HYIP atau high yield investment programs ini memiliki banyak pemain palsu alias scam! Tidak sedikit yang tertipu sehingga dalam dunia HYIP berlaku hukum “investasikan dana anda dalam jumlah yang siap anda ikhlaskan jika hilang”. Artinya, kalau kehilangan US$ 100 tidak akan membuat anda berguling-guling menangis maka jumlah tersebut bisa anda coba untuk investasikan dalam program HYIP.
Salah satu hal yang saya pelajari dari hasil searching sana sini tadi adalah alat pembayaran yang mereka gunakan. Saya pikir, punya paypal sudah cukup untuk semua kebutuhan pembayaran via internet. Ternyata, kebanyakan program HYIP menggunakan Liberty Reserve sebagai metode pembayarannya. Apa itu LR, kita bicarakan dalam posting yang lain nanti.
Menariknya, banyak online investment yang menetapkan jumlah terjangkau untuk investasi minimal. Ada yang hanya minta US$ 5 atau US$ 20, bahkan ada juga yang bersedia menampung meski hanya US$ 1. Untuk jumlah yang lebih besar tentu saja ada, mulai dari ratusan hingga ribuan dollar. Masa penarikan keuntungannya juga bervariasi, mulai dari harian, mingguan, juga bulanan.
Tugas pertama yang harus saya lakukan adalah, mencari perusahaan online investment yang bisa dipercaya. Setidaknya, saya harus mencari testimoni dari para penggunanya. Mencari testimoni yang jujur di internet juga perlu seni tersendiri. Maklum, banyak testimoni palsu.
Ok, segitu dulu ceritanya. Perkembangan selanjutnya tentu akan saya kabarkan di blog hardim.org ini.








0