Bisnis Online

Media internet memang luar biasa karena semakin memudahkan siapa saja yang ingin memulai bisnis. Salah satu bisnis yang ingin saya geluti adalah bisnis pakaian jadi, dan di internet sangat banyak tersedia peluang untuk melakukan bisnis tersebut. Saat mencari peluang yang ada di internet, saya memiliki patokan bahwa produk yang ditawarkan tidak pasaran sehingga pesaingnya pun tidak terlalu banyak.

Presiden SBY dan Batik Gedog. Sumber gambar http://sbyinfo.wordpress.com/

Presiden SBY dan Batik Gedog. Sumber gambar http://sbyinfo.wordpress.com/

Produk yang menarik perhatian saya adalah produk batik. Tapi saya tidak ingin batik yang biasa, tidak ingin batik yang banyak tersedia di pasaran. Saya ingin batik yang unik, berkualitas, dengan harga yang tetap terjangkau. Setelah berkeliling cukup lama, saya menemukan produk batik gedog.

Terus terang, baru kali ini saya mendengar istilah tersebut. Wah, ketauan deh saya kurang wawasan. Padahal, batik gedog yang juga dikenal sebagai batik tuban itu sudah berkembang secara turun temurun dan terkenal pula. Memang sih, tidak seterkenal sejumlah batik produksi beberapa kota seperti Solo, Pekalongan, Yogya, Cirebon, dll.

Ternyata, Batik Gedog pun pernah dikenakan dengan bangga oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika itu, Bupati Tuban Rini Widiastuti dan Gubernur Jawa Timur Sukarwo memperlihatkan produk Batik Tuban kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ny Ani Yudhoyono. Presiden SBY dan Ny. Ani pun bangga melihat produk karya bangsa tersebut. Silakan lihat gambar yang ada di posting ini.

Batik gedog disebut juga batik Tuban karena memang berasal dari salah satu kabupaten di Jawa Timur tersebut. Tuban adalah kabupaten berpenduduk kurang lebih 1 juta jiwa. Kota ini dikenal sebagai “Kota Wali” karena tercatat sebagai salah satu kota yang menjadi pusat penyebaran agama Islam. Beberapa obyek wisata di Tuban merupakan wisata religi seperti makam Sunan Bonang,  makam Syek Maulana Ibrahim Asmaraqandi, makam Sunan Bejagung, dll.

Tuban sendiri bermakna “watu tiban” atau batu yang jatuh dari langit. Batu yang dimaksud adalah batu pusaka yang dibawa sepasang burung dari Majapahit menuju Demak. Ketika berada di atas kota Tuban, batu tersebut jatuh dan kota itu pun dinamakan “Tuban”. Versi lain mengatakan Tuban bermakna “metu banyu” atau “keluar air”. Hal ini merujuk pada peristiwa ketika Raden Dandang Wacana (Kyai Gede Papringan) yang merupakan Bupati pertama di sana membuka Hutan Papringan. Ketika pembukaan tersebut, keluar air yang sangat deras.

Kembali pada bisnis batik tadi, tidak mudah menemukan penjual batik gedog berkualitas yang menyediakan sistem reseller. Ingat, tujuan awalnya adalah bisnis pakaian jadi. Jadi selain harus berkualitas baik, produk itu pun harus menawarkan harga yang pantas agar jatuhnya tidak terlalu mahal kepada pembeli akhir nanti. Akhirnya, saya menemukan tubancraft, situs yang memiliki sistem reseller untuk pembelian batik gedog.

Situs tubancraft tampak profesional, sangat rapih dan memajang produk-produk yang enak dilihat. Sebagai media online, situs ini pun tahu bahwa calon pembeli membutuhkan informasi tentang alamat mereka, sehingga mereka pun memajang dengan jelas alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Jika kita tidak suka dengan kualitas produk yang dikirim, tubancraft pun menjanjikan garansi retur (pengembalian barang) bahkan pengembalian uang selama 2 minggu sejak tanggal terima barang. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari pakaian batik pria dan wanita, kimono batik, hingga asesoris batik seperti tas. Soal harga, calon reseller bisa mendapatkan potongan harga hingga 40%, sebuah angka yang lumayan untuk margin profit.