kami_tidak_takut_by_renansaBelakangan, beredar foto mayat dengan kepala terbelah di internet. Foto itu tersebar dengan keterangan bahwa itu foto Noordin M. Top, teroris yang tewas setelah terkepung di Temanggung. Ternyata, itu hanya kabar bohong karena foto itu adalah foto seseorang yang melakukan bunuh diri dengan meloncat dari sebuah menara di Gorontalo, 21 Juli 2009 lalu. Setelah berita foto palsu itu reda, muncul lagi berita mengagetkan yang mengatakan hasil pemeriksaan DNA antara mayat di Temanggung dengan anak Noordin M. Top ternyata tidak sama!

Agak kaget juga sih baca berita di mediaindonesia.com ini. Gimana nggak kaget, keterangan resmi dari polisi belum ada, tapi sudah muncul berita seperti ini. Tapi, media kadang memang tidak terlalu sabar untuk menunggu berita resmi dan ingin secepatnya memberitakan informasi yang mereka peroleh. Pertanyaannya, benarkah informasi itu? Apa media sebesar MI mau gegabah melansir berita yang heboh seperti ini?

Ah, pokoknya terus berdoa, semoga Indonesia semakin tentram, damai, dan sejahtera!

Sumber gambar: Renansa

Teks berita di detik.com
Noordin M Top Tewas?
Foto Kepala Terbelah Yang Diduga Teroris Temanggung Kemungkinan Palsu
Iin Yumiyanti – detikNews

Jakarta – Foto mayat seorang pria dengan kepala terbelah heboh di internet. Foto ini awalnya diklaim sebagai foto jenazah teroris yang tewas dalam perburuan Noordin M Top di Temanggung, Jawa Tengah. Namun belakangan diduga foto itu palsu.

Kisah kepala teroris yang tewas dalam perburuan Densus 88 di Temanggung itu terbelah, awalnya diungkap oleh pengamat intelijen Dinno Cressbon. “Terbelah di belakang kepala sampai depan jidat,” kata Dynno Chressbon, pengamat intelijen yang telah melihat foto jenazah, dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (8/8/2009) pukul 18.15 WIB.

Secara fisik, ujar Dynno, jenazah memiliki dagu lebih lonjong jika dibandingkan sketsa wajah Noordin yang disebar polisi. Wajahnya tirus. “Penampilan secara fisik memakai kaos oblong warna coklat dan kalung,” ujar Dynno yang dekat dengan tim antiteror ini.

Dinno mengaku mendapatkan 30 foto pria yang diduga teroris yang tewas di Temanggung itu dari sumber kepolisian. Berdasarkan foto tersebut, Dinno yakin pria yang tewas dalam baku tembak Den 88 di Temanggung bukanlah Noordin M Top.

Tidak hanya Dinno yang meragukan Noordin M Top telah tewas. Direktur International Crisis Group (ICG) Sidney Jones juga meragukan Noordin M Top telah tewas. “Saya kira kemungkinan besar itu bukan dia (Noordin). Bukannya saya yakin itu bukan dia, tetapi kemungkinan besar bukan,” kata Sidney Jones saat dihubungi detikcom, Minggu (9/8/2009).

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Centre for Violence and Terrorism Singapura, Rohan Gunaratna. Ahli terorisme Singapura ini meyakinkan Noordin belum tewas.

Polisi sendiri hingga kini belum memberikan kepastian tentang tewasnya Noordin M Top. Kapolri Jenderal Hendarso Danuri (BHD) menyatakan identitas jenazah yang tewas di Temanggung itu masih menunggu hasil tes DNA.

Di tengah kesimpangsiuran itu kemudian foto pria dengan kepala terbelah muncul di internet. Sejumlah blog memposting foto jenazah pria dengan kepala terbelah itu dan mengklaimnya sebagai foto jenazah yang diduga teroris yang tewas di Temanggung.

Situs Arrahmah yang pernah menampilkan foto eksklusif jenazah trio bom Bali, Amrozi, Muklas dan Imam Samudera juga menayangkan foto tersebut. Situs yang membawa slogan ‘Filter Your Mid, Get The Truth’ itu menayangkan foto itu dengan memberi judul “Konon, Ini Dia Foto Korban Yang Di Klaim Nurdin M Top !”. Isi berita di bawah foto itu merupakan berita yang dikopi dari detikcom yang sebenarnya tidak disertai foto.

Selain arrahmah, banyak blog dan situs lainnya yang juga menampilkan foto yang sama dan mengklaimnya sebagai foto pria yang diduga teroris yang tewas di Temanggung.

Setelah foto itu marak beredar, belakangan muncul dugaan kalau foto tersebut palsu. Pembaca detikcom menyatakan foto dengan kepala terbelah itu adalah foto remaja yang bunuh diri yang terjun dari menara pada 21 Juli 2009 di Gorontalo. Foto tersebut juga pernah diposting di kaskus pada 22 Juli 2009 pukul 12:56 WIB dengan judul ‘Mahasiswa Terjun dr Menara’.

Kini sejumlah forum dan blog di internet ramai membahas foto tersebut. Ada yang menduga foto tersebut bukan foto asli alias direkayasa.

Hingga kini pihak kepolisian belum ada yang memberi klarifikasi. Bagaimana kebenarannya? Waktu akan membuktikannya. Mari kita tunggu. (iy/yid)

Teks berita di mediaindonesia.com
Jasad di Temanggung Ternyata bukan Noordin M Top, tapi Mirip Ibrohim
Senin, 10 Agustus 2009 06:27 WIB

JAKARTA-MI: Jasad yang tewas diberondong tembakan saat pengepungan rumah di Temanggung, Jawa Tengah, ternyata bukan Noordin M Top. Hasil pemeriksaan DNA dan pencocokan DNA dengan anak Noordin M Top ternyata tidak sama.

Demikian informasi yang diperoleh Media Indonesia dari RS Polri dan dua orang polisi di Mabes Polri. “Hasil pemeriksaan DNA ternyata bukan Noordin M Top,” ujar polisi yang enggan disebut namanya itu, Minggu (9/8).

Diduga, Noordin M Top kabur saat tengah malam, saat polisi mengepung rumah Muhzahri yang diduga sebagai tempat Noordin bersembunyi. Karena posisi rumah yang strategis dan suasana sangat gelap, Noordin kemungkinan merayap di tanah. Dia merayap hingga keluar dari kepungan polisi, dan membaur dengan masyarakat yang menonton, kemudian kabur.

Dugaan Noordin M Top berada di rumah itu sebelumnya juga dikuatkan oleh keterangan Aris dan Hendra yang ditangkap polisi satu jam sebelum pengepungan. Aris dan Hendra merupakan orang kepercayaan Noordin M Top, yang biasa menjadi ajudan atau pengawal Noordin.

Selain itu, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Sabtu (8/8) sore, dalam jumpa pers mengatakan, “Polisi menduga ada dua orang di dalam rumah itu. Namun, setelah penyergapan usai, ternyata hanya satu orang saja.”

Dikatakan Bambang, polisi memang sangat berhati-hati dalam penyergapan di Temanggung karena belajar dari kasus penyergapan Dr Azhari, di mana Azhari melilitkan bom di tubuhnya. Sehingga, polisi pun berhati-hati saat menyergap Noordin M Top, yang diduga memegang bom atau memakai jaket rompi bomnya itu.

Dari hasil pemeriksaan luar jasad yang tewas di Temanggung itu, diduga jasad itu adalah Ibrahim alias Boim, florist di Hotel JW Marriott Jakarta yang diduga terlibat dalam ledakan bom di hotel itu, 17 Juli lalu. Wajah yang sudah membengkak itu dilihat sangat mirip dengan Boim.

RS Polri pun sudah mengambil sampel DNA keluarga Boim. Juga, mengambil DNA keluarga teroris lainnya.

“Yang jelas, kita ambil sampel DNA keluarga Boim, karena dari wajah teroris ada kemiripan dengan Boim. Selain itu, untuk mempercepat waktu, kita juga mengambil DNA keluarga teroris lainnya,” ujar seorang polisi yang enggan disebut namanya.

Kadiv Humas Polri Irjen Nanan Soekarna yang dikonfirmasi soal pemeriksaan DNA jasad yang diduga Noordin M Top, menyatakan bahwa pemeriksaan DNA belum selesai. Soal ada informasi soal jasad itu bukan Noordin M Top, Nanan juga enggan mengomentari.

“Pemeriksaan belum selesai. Jadi, kita belum bisa sebut siapa identitas jasad itu,” ujar Nanan. (San/OL-7)

Tulisan terkait

  • Belum ada tulisan terkait