Bisnis Online

Ini sebuah pengalaman yang baru saja saya alami ketika mengejar domain hardim dot com. Setelah memiliki hardim dot org untuk blog ini, saya mulai ingin memiliki hardim dot com. Sayangnya sudah ada yang memiliki. Sang pemilik hardim dot com mendaftarkan domain itu hanya beda 2 pekan sebelum saya mendaftarkan hardim dot org.

Sejak 2006 itu, setiap tahun saya mengecek apakah hardim dot com tidak diperpanjang oleh pemiliknya. Baru tahun 2010 ini saya melihat domain itu expired. Harap-harap cemas, saya pun mulai mencari tahu kapan domain expired itu bisa saya register.

gTLD Life Cycle

gTLD Life Cycle

Dari situs ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) saya mengetahui tahapan perjalanan status sebuah domain setelah expired. Total perjalanan itu ternyata cukup panjang, memakan waktu 80 hari.

Setelah sebuah domain dinyatakan expired, dia akan berada dalam status “grace period” selama 45 hari. Dalam rentang waktu itu, pemilik domain masih bisa melakukan perpanjangan (renew) tanpa terkena denda. Jadi sebelum masa 45 hari itu lewat, lebih baik jangan berharap dulu bisa merebut domain itu.

Jika dalam 45 hari sang pemilik tidak melakukan perpanjangan kepemilikan, maka domain masuk ke status “redempetion” selama 30 hari. Selama dalam status itu, sang pemilik masih bisa memperpanjang domain miliknya, tapi dia akan dikenai denda. Jumlahnya cukup tinggi, kurang lebih 10 kali lipat dari harga normal. Nah, itu berarti kita bisa mulai berharap bahwa sang pemilik akhirnya akan melepas domain itu.

Jika setelah 75 hari itu masih lewat juga, domain masuk ke dalam status “pending delete” selama 5 hari. Bagi para peminatnya, status itu berarti bersiaplah untuk perlombaan merebut domain. Dalam masa waktu 5 hari itu, pemilik lama sudah tidak bisa melakukan perpanjangan lagi, dan siapapun tidak bisa melakukan register. Semua harus menunggu setelah masa “pending delete” berakhir.

Tepat 80 hari setelah expired, domain akan dilepas kembali dan bisa didaftarkan oleh siapapun. Saran saya, ketika 80 hari itu sudah dilalui, jangan melihat whois untuk mengetahui status karena seringkali status tidak terupdate secara realtime. Lakukan saja proses register karena dengan begitu kita akan benar-benar tahu apakah domain itu sudah available secara realtime.

Oh iya, jika sebelumnya kita telah memiliki salah satu gTLD dan mengincar gTLD lain, biasanya akan ada broker yang mencoba mengambil kesempatan itu. Saya mendapatkan 3 penawaran backorder untuk memperoleh hardim dot com. Dalam e-mailnya mereka menyebutkan, karena saya memiliki dot org maka mungkin saya berminat memiliki juga dot com. Dua broker menyembunyikan tarifnya, satu broker menyebutkan $99 untuk layanan itu.

Ternyata, mereka cuma mencari kesempatan dalam kesempitan. Kalau memang niat backorder, saya mungkin akan pilih layanan Godaddy yang cuma $ 18,99. Tapi saya tidak melakukannya karena selain ingin irit, juga ingin mencoba mengalaminya sendiri. Sensasinya cukup lumayan… Hehehe…

Tulisan terkait