Awalnya, Yahoo! mengirimkan email pemberitahuan bahwa domain saya yang ada di Yahoo! akan segera memasuki masa renewal. Untuk perpanjangan setahun berikutnya, Yahoo! menetapkan tarif baru sebesar US$ 34 per domain per tahun. Wah, itu artinya 3 sampai 4 kali lipat dari harga di tempat lain! Saya pun memutuskan hengkang dari Yahoo!

Saya memilih memindahkan domain itu ke tempat lain yang hanya meminta tarif kurang lebih US$ 7 untuk biaya transfer ditambah masa berlaku selama setahun ke depan. Saya tahu, untuk melakukan transfer domain kita harus tahu kode domain tersebut. Di domain manager Yahoo! kita bisa dengan mudah mendapatkan kode domain tersebut.

Setelah menyimpan kode tersebut, saya pun langsung menghapus account di Yahoo! Domains. Kalau tidak, saya khawatir Yahoo! akan menarik pembayaran otomatis ke kartu kredit. Saya yakin domain itu aman dan tidak akan berpindah tangan karena belum memasuki masa expired. Lagipula gampang sekali mentransfernya, tinggal jalani proses transfer dari tempat baru dan masukkan kode domain itu. Tapi ternyata tidak semudah itu! Domain itu tidak bisa ditransfer, kode domain tidak bermanfaat apa-apa. Domain saya terkunci karena account-nya sudah dihapus sebelum saya melakukan transfer.

Ketika saya tanyakan melalui email ke Yahoo! mereka menjawab bahwa domain itu tidak bisa dilepas hanya karena permintaan melalui email. Jadi saya harus menelepon ke kantor Yahoo! di USA sana. Walah! Nggak jelas juga saya harus menjelaskan apa di telepon nanti. Karena penasaran, saya pun menelepon ke nomor yang mereka berikan. Begitu nyambung, langsung disambut teriakan Yahoooooo!!

Sama seperti kalau menelepon ke customer care operator telekomunikasi kita. Tekan 1 bila ini, tekan 2 bila itu, tekan 3 bila begini, dan seterusnya. Pokoknya yang saya ingat, saya menekan 1 untuk technical support dan kemudian tekan 3 untuk urusan domain. Sampailah pada mbak operator. Baru juga ngomong beberapa detik dengan si mbak operator itu, pret….! teleponnya putus!! Waaaah, ulang lagi! Kali ini yang menerima mas operator. Bla… bla… bla… bli… bli… bli…, kesimpulannya si operator tidak bisa memberikan solusi.

Operator itu sempat bilang, karena saya sudah menghapus account di Yahoo! Domains maka mereka tidak bisa menjangkau lagi domain tersebut. Kini, domain itu telah kembali berada di tangan MelbourneIT. Lho kok? Transaksinya di Yahoo! tapi kok lari ke tempat lain? Saya pun langsung mengecek ke situs web MelbourneIT, dan melakukan pencarian apakah domain saya terdaftar di sana. Hasilnya, MelbourneIT kurang lebih menjawab bahwa domain itu memang berada dalam kendali mereka, namun domain itu terdaftar melalui reseller mereka.

Hah..! Artinya Yahoo! Domains itu reseller-nya MelbourneIT. Saat mengecek profil MelbourneIT, dijelaskan bahwa perusahaan itu memang menjalin kerja sama dengan Yahoo! dan juga Google untuk pendaftaran domain. Jadi untuk yang sedang menjalani bisnis reseller, ayo semangat! Yahoo yang sebesar itu saja juga melakukan kerjasama reseller kok.

Kembali pada permasalahan transfer domain tadi, MelbourneIT menyarankan saya mengirimkan email permohonan ke Yahoo! Domains agar mereka melepaskan domain yang bermasalah itu. MelbourneIT memberikan email yang harus saya hubungi dengan domain yang tidak terbayangkan sebelumnya, yaitu @cc.yahoo-inc.com. Mereka bilang, kalau langkah itu tidak berhasil juga, silakan menghubungi MelbourneIT lagi. Saran itu terbukti manjur, Yahoo! Domains menjawab permohonan saya, dan domain yang saya gunakan untuk portal komunitas itu kini sudah bisa berfungsi lagi. *

Apa itu reseller? Googling di sini!

Tulisan terkait